Connect with us

Politik

Rekom DPP PPP Belum Jelas

Diterbitkan

||

Pasangan Gus Yani-Bu Min (baju putih tengah) saat menghadiri Rapimcab II PPP Gresik, 30 Juni lalu
Pasangan Gus Yani-Bu Min (baju putih tengah) saat menghadiri Rapimcab II PPP Gresik, 30 Juni lalu

Pilkada Gresik

Memontum Gresik – Percaturan partai politik menjelang pilkada Gresik 9 Desember mendatang hari demi hari kian menghangat, mulai dari rangkaian kegiatan, deklarasi dan dukung mendukung dari berbagai pihak mulai bermunculan kemasing masing calon. Namun bisa dikata masih taraf lisan dan belum diatas kertas.

Dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangun (PPP) memang telah memberikan surat penugasan kepada pasangan bacabup dan bacawabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. Namun, hingga sekarang belum ada kepastian apakah DPP PPP juga bakal menurunkan rekomendasi (rekom) kepada Gus Yani dan Bu Min.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPC PPP Kabupaten Gresik saat dikonfirmasi terkait oemberian rekom. “Belum. Sampai sekarang belum ada kepastian rekom kapan diserahkan,” ungkap Ketua DPC PPP Gresik, Achmad Nadlir, Minggu (9/8).

Menurut Nadlir, penentuan rekom merupakan ranah DPP. Sementara DPC PPP Gresik selaku kepanjangan DPP tinggal menerima dan menjalankan perintah.

“Soal rekom, itu urusan bos-bos (DPP) di Jakarta. Rekom itu hak DPP. Nanti DPW yang menyerahkan,” jelasnya.

Meski begitu kata Nadlir, memperkirakan rekom DPP PPP bakal diserahkan setelah rekom DPP PDIP turun. “Jadi, misalnya rekom PDIP diserahkan hari Selasa, rekom PPP setelahnya,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Nadlir mengungkapkan adanya penumpang yang mau ikut sebelum rekom DPP diserahkan. Saat ditanya apa yang dimaksut penumpang sayangnya Nadlir enggan membeberkan maksud dari penumpang yang mau ikut tersebut.

“Ibaratnya syarat boleh ikut numpang harus rapid test dulu, swab, pokoknya syarat dan ketentuan berlaku jika penumpang ingin gabung (ikut). Monggo yang mau melok monggo, gak melok gak apa-apa (silakan yang mau ikut, yang gak ikut juga tak apa-apa),” kelakarnya.

Meski demikian Nadlir memastikan rekom DPP PPP lekas diserahkan. “Ditunggu saja ya,” pungkasnya. (sgg/syn)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Pasangan QA Komitmen Membangun Gresik Ayem Tentrem

Diterbitkan

||

HADIRI MAULID NABI: Pasangan QA saat menghadiri undangan Maulid Nabi di Ponpes Nurul Quran Al-Istiqomah Sukorejo Bungah.
HADIRI MAULID NABI: Pasangan QA saat menghadiri undangan Maulid Nabi di Ponpes Nurul Quran Al-Istiqomah Sukorejo Bungah.

Memontum Gresik – Berangkat bersama sama dengan tekat membangun Gresik ke depan ayem tentrem, pasangan Cabup-Cawabup Moh. Qosim-Asluchul Alif terus melakukan roadshow politik jelang coblosan Pilbup Gresik 2020. Minggu (1/11) malam, pasangan Qosim-Alif menghadiri undangan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Quran Al-Istiqomah di Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

Seperti yang dikatakan Pengasuh Ponpes Nurul Qur’an Al-Istiqomah, KH Syaiful Munir, pihaknya sengaja mengundang pasangan Qosim-Alif karena menganggap keduanya seperti keluarga sendiri. “Saya mewakili tuan rumah, karena KH. Syaiful Munir sudah dianggap seperti anak sendiri sama ibu saya. Dan sejak dulu kalau ada acara sering diundang ke rumah saya di Desa Sembayat, Manyar,” ujar Alif dalam sambutannya.

Di hadapan hadirin, Alif mengajak warga untuk senang bersalawat agar hati selalu diberi ketenangan. Paslon nomor urut 1 tersebut juga menekankan kepada masyarakat untuk terus berpikir positif. “Kalau hati dan pikiran kita positif, tentu akan mudah dalam menggapai keinginan di dunia maupun di akhirat,” katanya.

Senada dengan Moh. Qosim dirinya juga mengajak semua yang hadir untuk bershalawat. Ia juga bersama grup shalawat Ponpes Nurul Qur’an Al-Istiqomah menyanyikan beberapa lagu. “Kanjeng Nabi Muhammad itu sayang kepada kita semua. Jangan sampai kita sebagai umatnya lupa dan meninggalkan ajaran Rasulullah,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Qosim menyampaikan bahwa dirinya bersama Alif ingin membangun Gresik dengan jargon “Ayem Tentrem” tanpa ada kegaduhan. Pembangunan yang dinikmati seluruh masyarakat Kabupaten Gresik telah dirancang dalam visi-misi QA yang diusung di Pemilihan Bupati (Pilbup) Gresik Desember 2020.

Beberapa program prioritas Qosim-Alif antara lain, Kartu Petani Bangkit untuk meningkatkan daya saing petani, peningkatan produksi petani, serta kesejahteraan petani. Kemudian, ada UMKM Bangkit yang akan menghidupkan sektor UMKM Gresik yang saat ini sedang redup akibat pandemi Covid-19 dengan bantuan modal, pembinaan, dan pemasaran melalui marketplace, e-katalog, serta merambah masuk ke seluruh toko modern.

“Untuk sektor pendidikan dan kesehatan, kami Qosim-Alif memberi perhatian besar baik berupa anggaran maupun peningkatan sarana prasaran penunjang dan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. Ini semua komitmen kami dalam membangun Gresik Ayem Tentrem,” pungkas Qosim. (sgg/syn)

Lanjutkan Membaca

Gresik

Bawaslu Gresik Rekrut 2266 Pengawas TPS

Diterbitkan

||

Aktivitas di Bawaslu saat menjelang Pilkada Kabupaten Gresik.
Aktivitas di Bawaslu saat menjelang Pilkada Kabupaten Gresik.

Memontum Gresik – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gresik akan merekrut sebanyak 2266 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, 9 Desember 2020.

Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Kabupaten Gresik Maslukin mengatakan, ribuan pengawas TPS itu nantinya melakukan pengawasan di 18 kecamatan . “Rekrutmen 2266 pengawas ini sesuai dengan jumlah TPS yang ada di kabupaten Gresik, karena setiap TPS harus diawasi satu orang,” ujarnya.

Pendaftaran pengawas TPS dibuka mulai 3 Oktober hingga 15 Oktober 2020 di masing-masing Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Seleksi rekrutmen pengawas TPS dilakukan Panwascam dibantu pengawas desa/kelurahan.

Karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, lanjut Maslukin, maka proses rekrutmen petugas TPS sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. “Pendaftar pengawas TPS dapat dilakukan melalui media daring atau pos. Demikian pula proses wawancara bisa dilakukan secara daring,” ujarnya.

Sesuai peraturan perundangan, lanjut Maslukin, Pengawas TPS dibentuk 23 hari sebelum hari pemungutan suara dan dibubarkan tujuh hari setelah hari pemungutan suara.

Sedangkan persyaratan pengawas TPS antara lain, Warga Negara Indonesia, usia minimal 25 tahun, mempunyai integritas, berkepribadian yang kuat, jujur, dan adil. Berpendidikan paling rendah SMA atau sederajat, pendaftar diutamakan berasal dari kelurahan/desa setempat, bebas dari penyalahgunaan narkotika, dan bersedia melaksanakan pemeriksaan rapid test atau Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Ketua Bawaslu Gresik M Imron Rosyadi , menambahkan peran Pengawas TPS sangat penting dalam proses Pilkada 2020. Karena memiliki wewenang yang cukup penting, yakni melakukan pengawasan persiapan pemungutan suara dan penghitungan suara.

Selain itu, menyampaikan keberatan dalam hal ditemukannya dugaan pelanggaran, kesalahan, atau penyimpangan administrasi pemungutan dan penghitungan suara, serta menerima salinan berita acara, sertifikat pemungutan dan penghitungan suara. “Kami berharap agar petugas TPS terpilih profesional, berintegritas, adil, dan independen,” harap M Imron. (sgg/syn)

 

 

Lanjutkan Membaca

Politik

PDIP Perjuangan Gresik Jagokan Pasangan Niat di Pilkada 2020

Diterbitkan

||

oleh

TERIMA REKOMENDASI : Gus Yani dan Bu Min didampingi Ketua DPC PDIP Gresik Mujid Riduan dan pengurus lain saat menerima rekom
TERIMA REKOMENDASI : Gus Yani dan Bu Min didampingi Ketua DPC PDIP Gresik Mujid Riduan dan pengurus lain saat menerima rekom

Memontum Gresik – DPP PDI Perjuangan akhirnya menyerahkan rekomendasi (rekom) kepada pasangan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah dengan jargon (Niat) dalam Pilkada Desember 2020 mendatang.

Rekom diserahkan di DPD PDIP Jatim setelah dibacakan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri via virtual secara serentak nasional sebanyak 75 bakal calon kepala daerah serentak 2020 gelombang III pada Selasa (11/8), pukul 10.00 WIB.

Ketua DPC PDIP Gresik, Mujid Riduan membenarkan rekom DPP PDIP sudah diserahkan ke pasangan Niat. “Ya, rekom Niat hari ini diserahkan oleh DPD Jatim setelah Ibu Ketum Megawati membacakan rekom 75 calon kepala daerah tahap III secara virtual,” ujar Mujid, Selasa (11/8).

Menurut Mujid, dengan diserahkannya rekom DPP untuk pasangan Niat, maka pasangan ini berhak membawa kendaraan PDIP dengan 6 kursi di DPRD Gresik untuk maju pada Pilbup Gresik 2020.

“Dengan turunnya rekom DPP untuk Niat, PDIP Gresik kian tancap gas untuk memenangkan Niat di Pilbup Gresik 2020,” terang Wakil Ketua DPRD Gresik ini.

Sekretaris DPC PDIP, Noto Utomo menyatakan, PDIP Gresik mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa telah melakukan mapping dan pemetaan kekuatan basis massa.

Langkah ini, lanjut Noto, untuk memudahkan penggalangan massa dukungan untuk kemenangan pasangan Niat. “Insya Allah, dengan mapping yang baik PDIP dan parpol lain pengusung Niat bakal memenangi Pilbup Gresik 2020,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Gresik ini.

Sementara Bendahara DPC PDIP Kabupaten Gresik, Ir. Hj.Siti Muafiyah mengungkapkan, penyerahan rekom DPP PDIP kepada pasangan Niat setelah sebelumnya pasangan Niat dipanggil DPP PDIP.

“Alhamdulillah, Niat hari ini telah menerima rekom dari DPP setelah sebelumnya dipanggil ke DPP, ” kata Muafiyah.

Diungkapkan Muafiyah, DPP PDIP memiliki harapan besar Niat bisa memenangi Pilbup Gresik 2020, sehingga Gresik lima tahun kedepan dipimpin oleh seorang kepala daerah dari PDIP. Sebab, PDIP ingin Kabupaten Gresik yang dikenal dengan kota bertabur ribuan industri dan banyak bercokol aset-aset nasional, bisa dikelola dengan baik untuk kemanfaatan nasional, masyarakat dan Kabupaten Gresik.

“Semua demi kepentingan bangsa dan negara,” pungkasnya. (sgg/ono)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler